Apakah Merokok Membatalkan Puasa? Simak Penjelasan dan Alasannya

Jakarta Dalam Islam, puasa diwajibkan selama bulan Ramadan sebagai salah satu dari lima rukun Islam. Selama bulan ini, umat Muslim diperintahkan untuk menahan diri dari makan, minum, serta melakukan tindakan-tindakan tertentu yang dapat membatalkan puasa, seperti hubungan suami istri dan memasukkan benda ke dalam tubuh melalui qubul dan dubur. Ketatnya aturan ini ditegaskan dalam hadis-hadis yang menggarisbawahi pentingnya menjaga kesucian puasa.

CERUTU4DTERPERCAYA.COM

Namun, ketika membahas apakah merokok membatalkan puasa, terdapat kompleksitas yang perlu dipertimbangkan. Merokok, meskipun bukanlah tindakan yang secara eksplisit disebut dalam ajaran agama sebagai sesuatu yang membatalkan puasa, tetap menimbulkan perdebatan di kalangan ulama dan cendekiawan agama. Beberapa menganggap merokok dapat membatalkan puasa karena melibatkan masuknya zat-zat asing ke dalam tubuh melalui pernapasan, yang mungkin dianggap mirip dengan memasukkan makanan atau minuman. Sementara yang lain berpendapat bahwa merokok, meskipun tidak disarankan karena merugikan kesehatan, tidak secara langsung membatalkan puasa.

Oleh karena itu, menjawab pertanyaan apakah merokok membatalkan puasa membutuhkan tinjauan yang cermat dari perspektif agama, kesehatan, dan hukum. Untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan dasar hukumnya, simak penjelasan selengkapnya berikut ini seperti yang telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (13/3/2024).

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini. CERUTU4DTERPERCAYA.COM

2 dari 4 halamanCERUTU4DTERPERCAYA.COM


Hal-Hal yang Membatalkan Puasa

Sebelum membahas lebih dalam mengenai apakah merokok membatalkan puasa, penting bagi kita untuk memahami apa saj hal-hal yang membatalkan puasa. Berikut adalah hal-hal yang membatalkan puasa:

  1. Masuknya sesuatu ke dalam tubuh secara sengaja: Jika seseorang sengaja memasukkan sesuatu ke dalam tubuh melalui salah satu lubang yang berpangkal pada organ bagian dalam seperti mulut, hidung, atau telinga, maka puasanya batal. Namun, jika hal itu terjadi tidak sengaja, puasanya tetap sah.
  2. Berobat dengan cara memasukkan obat atau benda melalui qubul atau dubur: Pengobatan dengan cara memasukkan obat atau benda melalui qubul (lubang bagian depan) atau dubur (lubang bagian belakang) juga membatalkan puasa. Contohnya adalah pengobatan bagi orang yang menderita ambeien atau pemasangan kateter urin.
  3. Muntah dengan disengaja: Jika seseorang muntah dengan sengaja, puasanya batal. Namun, jika muntah itu tidak disengaja, puasanya tetap sah selama tidak ada muntahan yang ditelan.
  4. Melakukan hubungan suami istri di siang hari puasa dengan sengaja: Tidak hanya membatalkan puasa, melainkan juga dikenai denda (kafarat). Denda tersebut bisa berupa melakukan puasa selama dua bulan berturut-turut di luar bulan Ramadan, atau memberi makan satu mud (sekitar 0,6 kg beras atau ΒΌ liter beras) kepada 60 fakir miskin jika tidak mampu melaksanakan puasa tersebut.
  5. Keluar air mani (sperma) sebab bersentuhan kulit: Jika air mani keluar karena melakukan onani atau bersentuhan kulit dengan lawan jenis tanpa melakukan hubungan seksual, puasanya batal. Namun, jika keluarnya air mani karena mimpi basah (ihtilam), puasanya tetap sah. CERUTU4DTERPERCAYA.COM
  6. Haid atau nifas saat siang hari berpuasa: Wanita yang mengalami haid atau nifas, selain puasanya batal, juga diwajibkan untuk mengqadhanya setelah bulan Ramadan berakhir.
  7. Mengalami gangguan jiwa atau gila (junun) saat sedang berpuasa: Jika seseorang sedang berpuasa Ramadhan dan mengalami gangguan jiwa atau gila, maka puasanya batal. Setelah sembuh, orang tersebut harus mengqadhanya.
  8. Murtad atau keluar dari agama Islam: Jika seseorang yang sedang berpuasa melakukan hal-hal yang bisa membuat dirinya murtad, seperti menyekutukan Allah atau mengingkari hukum-hukum syariat, maka puasanya batal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *